Karawang,-Proyek pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) di Kelurahan Tanjung Mekar, Kecamatan Karawang Barat, yang bernilai Rp526.582.000, kini menjadi sorotan publik. Aktivis lokal, Ade Balok, mengungkapkan beberapa kejanggalan terkait kualitas dan transparansi proyek ini.
Temuan kejanggalan kualitas bahan bangunan pintu baja, Pintu yang dipasang menggunakan ketebalan 0,65 mm, lebih tipis dari spesifikasi ideal 0,75 mm. Ade Balok menekankan bahwa penggunaan bahan yang lebih tipis dapat mengurangi ketahanan pintu.
Biaya Tambahan untuk menggali, warga dikenakan biaya sebesar Rp600 ribu untuk penggalian saluran, yang seharusnya sudah termasuk dalam anggaran proyek. Ade mengkritik bahwa proyek pemerintah seharusnya tidak membebani masyarakat dengan biaya tambahan.
Kualitas Konstruksi ,"Ade mengamati bahwa bangunan MCK tidak presisi, dengan lebar bagian bawah 1,55 meter dan bagian atas 1,45 meter, menunjukkan bahwa bangunan tersebut miring dan tidak memenuhi standar konstruksi yang baik.
Masyarakat berharap agar dinas teknis dan aparat pengawas dapat mengambil tindakan cepat untuk memastikan bahwa proyek ini diselesaikan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. Mereka menuntut transparansi dalam pelaksanaan proyek dan kualitas yang dapat digunakan dengan aman.
Tanggapan dari Pihak Terkait, Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pemborong atau pelaksana proyek mengenai temuan ini. Awak media juga mencatat bahwa masyarakat semakin mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran yang bersumber dari APBD Karawang.
Kasus ini menunjukkan pentingnya pengawasan dan transparansi dalam proyek-proyek pemerintah, terutama yang menggunakan dana publik. Masyarakat berhak mendapatkan hasil yang sesuai dengan anggaran yang telah dialokasikan, serta kualitas yang memadai untuk kebutuhan mereka.